Glosariumdada

Suatu Penyimpangan terhadap kondisi Cuaca dan Iklim yang sedang dan akan berlangsung.

Ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1981-2010).

Ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1981-2010).

Keadaan atmosfer yang terjadi di suatu tempat yang relatif sempit dengan waktu yang relatif singkat

Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

  • Curah Hujan 1 (satu) milimeter mempunyai arti dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
  • Curah Hujan kumulatif merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu tertentu,  misalnya dasarian, bulanan, musiman, tahunan.  Dalam satu musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang periode musim.
Rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu :
  1. Dasarian I :  tanggal 1 sampai dengan 10.
  2. Dasarian II  :  tanggal 11 sampai dengan 20.
  3. Dasarian III :  tanggal 21 sampai dengan akhir bulan

Pola cuaca rata-rata yang terjadi untuk waktu yang relatif lebih lama (sekitar 30 tahun) dan mencakup wilayah yang luas.

Perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu tertentu (bulanan, musiman, tahunan) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981-2010).
Sifat hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori, yaitu :

  1. Atas Normal (AN) :  jika nilai curah hujan lebih dari 115%  terhadap rata-ratanya.
  2. Normal (N) :  jika nilai curah hujan antara 85%–115% terhadap rata-ratanya.
  3. Bawah Normal (BN)    :  jika nilai curah hujan kurang dari 85% terhadap rata-ratanya.

Diperoleh berdasarkan perhitungan rata-rata curah hujan selama 30 tahun, menggunakan periode waktu yang sudah ditentukan, dimulai tahun berakhiran 1 diakhiri tahun berakhiran 0 (1901-1930, 1931-1960, 1961-1990, 1991-2020, dst)

Diperoleh berdasarkan perhitungan rata-rata curah hujan selama 30 tahun, menggunakan periode waktu yang tidak ditentukan (1971-2000, 1976-2005, 1981-2010, dll)

Diperoleh berdasarkan perhitungan rata-rata curah hujan selama minimal periode 10 tahun (1971-1980, 1976-1985, 2000-2010, dll)

Daerah yang pola hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan. Daerah-daerah yang pola hujan rata-ratanya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan, disebut Non Zona Musim (Non ZOM).  Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan. Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten, dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

Periode terdapat jumlah curah hujan tertinggi selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut. Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

Periode terdapat jumlah curah hujan terendah selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut. Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada. Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 mm, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil ditengah periode tersebut.

Berlangganan Informasi

Dapatkan pembaruan dan pelajari dari yang terbaik

error: Content is protected !!